Rabu, 23 Maret 2011

UJUNG KARIER LAPANGAN HIJAU??



UJUNG KARIER LAPANGAN HIJAU??

(coretan ini ditulis 23/3/2011 jam 18.30 setelah latihan bola dikampus sambil menunggu hujan yg tak kunjung reda ketika perut mulai keroncongan...)
Sebuah hobi yang sempat ingin saya jadikan jalan hidup?? Hehe.. itulah “SEPAK BOLA,FOOTBALL,BAL-BALAN..” Hingga saat ini sudah hampir berjalan 14 tahun saya menggeluti dunia kulit bundar ini secara profesional. Dimulai ketika saya masih duduk di bangku kelas 5 Sekolah Dasar, tim pertama yang saya masuki adalah tim legendaris di era GALATAMA bernama “ARSETO SOLO” dan dari sini lah saya mulai menimba ilmu tentang bagaimana cara menendang bola yang benar. Sekolah Sepak Bola “ARSETO SOLO” mengajarkan banyak hal kepada saya tentang bagaimana teknik dasar dalam bermain bola yang benar. Banyak pelatih yang menangani saya pada waktu itu mulai dari Bp.Budi Santoso,Bp.Mansyur,Om Kaidir Ramli,Om Yunus Mochtar(Gelandang Arseto era 80/90-an),Mas Sony Rachmansyah(Gelandang Arseto era 90-an), bahkan saya juga sempat merasakan tangan dingin dari Om ‘Edu’ Edward Tjong (Libero Arseto era 80-an & Persis solo era 90-an) mungkin anak² sekarang lebih mengenalnya sebagai arsitek PERSIBA BANTUL yg sedang di skorsing hehehehe... Saya sempat ditangani beliau ketika beliau baru saja pulang dari kursus kepelatihan di belanda tidak lama setelah beliau gantung sepatu dari PERSIS SOLO. Gaya berlatih yg berbeda dari pelatih² saya sebelumnya hehehe.. ya kita tau sendiri bahwa Belanda merupakan salah satu tempat pembibitan pemain muda terbaik yg ada di muka bumi ini hehehehe..meski tidak sampai ke Belanda tp minimal saya tau teknik dasar yg benar dari Om Edu.
Seiring ambruknya rezim Orde Baru mau tidak mau Sekolah Sepak Bola ARSETO SOLO pun ikut berubah nama menjadi SSB “KSATRIA” SOLO, ya kita tau kalau ARSETO adalah produk pembinaan milik putra² seorang penguasa pada jaman itu. Yess ARSETO adalah produk “Arie,Sigit,dan Tomy Soeharto” putra dari Bapak Soeharto. Seiring berjalannya waktu sebuah musibah bernama cedera mulai menghampiri diri saya, munkin teman² yg dekat dengan saya akan tau cacat pada tangan saya yg hingga kini di usia saya yg ke-24 masih membekas hehehe... ya..saya pernah patah 2x di tangan kiri & sampai sekarang masih membengkung/tidak sama antara tangan kanan & kiri. Dari kejadian ini pula saya harus absen dari lapangan hijau total sekitar 5 bulan,dan membuat saya mau tidak mau sedikit tersisihkan dari tim utama di SSB KSATRIA. Dan dari sinilah saya pun memutuskan untuk pindah ke SSB lain yg lebih ringan dalam biaya. Terhitung mulai kelas 1 SMP sayapun pindah ke SSB KOSTI SOLO. Kayak nama taksi ya??hehe...yap betul SSB ini adalah proyek dari koperasi armada taksi KOSTI SOLO. Dari SSB inilah teknik² yg saya dapat dari SSB ARSETO semakin berkembang,karena di SSB ini saya adalah starter di tim eleven dan kebetulan jabatan kapten melingkar di tangan saya pada saat kompetisi U14 piala SPECS dan meski hanya sampai di penyisihan korwil solo yg kandas oleh mantan rekan² saya di SSB KSATRIA hehehehe.... 3 Tahun saya habiskan di SSB ini, dan ini merupakan awal saya mencicipi level Sepak Bola yg lebih tinggi tepatnya di level junior kompetisi nasional.
Menginjak bangku Sekolah Menengah Atas langkah besar pun saya ambil dalam menekuni dunia kulit bundar ini. Dimulai ketika pelatih saya pada saat itu (Bp.Hery ‘Hertax’ Prasetyo) tiba-tiba berkata “Gus..mau ikut seleksi diklat gak??” dan inilah sesuatu yg saya tunggu² semenjak saya kelas 5 SD, karena dalam angan² saya ingin menjadi pemain² hebat pada saat itu seperti pemain² ARSETO SOLO yg tiap sore saya lihat latihannya macam I Komang Putra, Joao Bosco Cabral,Bonggo Pribadi,Wasis Purwoko,Ali Sunan,Sony Rachmansyah,Agung Setyabudi,Charles Putiray,Rocky Putiray,Miro Baldo Bento,Indriyanto ‘nunung’ Nugroho,dan mantan pemain-pemain nasional yg pernah saya jabat langsung tangannya hehehehehehe...
Dan waktu seleksi-pun dimulai, ternyata sebuah desa kecil di Kabupaten Semarang bernama Desa Kadirejo (±6km dari kota salatiga) menjadi kawah candradimuka bagi karier bola saya di level junior. Seingat saya pada waktu itu ada 5 orang yg berangkat dari solo & kebetulan mereka semua teman saya. Dan dari 5 anak tersebut 2 orang tercoret dan yg 3 ekor masuk dalam tim termasuk saya,baru sekitar 1 minggu sejak mulai latihan pertama ternyata 2 teman saya sudah tidak tahan dengan sikon yg ada hingga singkat cerita saya adalah SATU-SATUNYA ekor yg tersisa dari kota solo hehehehehe...
(bersambung dulu ya.....lapar nih mau makan dulu....wkwkwkwkwkwkw \m/ )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar